Tuesday, May 6, 2014

Makalah Administrasi Pendidikan-Definisi Administrasi Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Administrasi adalah kegiatan yang menduduki kedudukan sentral di dalam pembinaan dan pengembangan pada setiap kegiatan kerjasama sekelompok manusia, dalam bidang pendidikan juga harus ada administrasi yang mampu mengembangkan dan mencapai tujuan pendidikan. Karena pada lingkungan setiap lembaga pendidikan formal terdapat sejumlah manusia, baik yang berkedudukan sebagai pimpinan maupun sebagai tenaga pelaksana. Mereka tidak cukup dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai bidang pendidikan saja, akan tetapi harus dibekali pula dengan kemampuan bekerjasama dan kemampuan mengarahkan kerjasama itu guna mencapai tujuan lembaga pendidikan masing-masing.
Oleh karena itu, setiap petugas pendidikan perlu dibekali ilmu yang berkaitan dengan administrasi terutama para guru yang tidak cukup dengan bekal professional saja. Mereka harus mempunyai berbagai bekal pengetahuan, keterampilan dan keahlian dalam berbagai bidang.
Administrasi pendidikan terdiri dari dua kata “administrasi” dan “pendidikan”. Kata administrasi menurut William Moris yang penulis kutib dari buku administrasi pendidikan karangan Prof. Dr. H. Asnawir berasal dari bahasa latin yang terdiri dari “ad” dan “ministrare”, kata “ad” artinya sama dengan kata “to” dalam bahasa Inggris yang berarti ke atau kepada, sedangkan kata “ministrare” yang dalam bahasa Inggris adalah “serve” yang berarti melayani, membantu atau mengarahkan. Dengan demikian dapat dipahami bahwa administrasi adalah kegiatan yang memberikan pelayanan, bantuan dan pengarahan kepada sesuatu untuk mencapai suatu tujuan.




B.   Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang ada, maka dapat diambil sebuah rumusan masalah
sederhana sebagai berikut:
1.         Bagaimana konsep dan teori Administrasi?
a.       Definisi Administrasi menurut para pakar?
2.         Bagaimana konsep dan teori administrasi pendidikan?
a.       Definisi Administrasi Pendidikan menurut para ahli?

C.  Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini diantaranya bertujuan untuk:
1.         Agar mengetahui dan memahami konsep dan teori Administrasi.
2.         Mengetahui definisi administrasi menurut para pakar.
3.         Agar mengetahui teori administrasi pendidikan.
4.         Mengetahui definisi menurut para ahli tentang administrasi pendidikan.

D.  Batasan Masalah
Mengingat begitu banyaknya pembahasan masalah mengenai uraian masalah di atas, maka penulis membatasi pembahasan tentang makalah ini sesuai dengan yang terdapat dalam rumusan masalah di atas.

E.   Metode Penulisan
Adapaun dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode telaah kepustakaan dan internet research, yang mana dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan referensi yang di peroleh dari perpustakaan dan hasil pencarian di internet yang sesuai dengan pembahasan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep dan Teori Administrasi
1.  Teori Administrasi
            Administrasi sebagai suatu kegiatan bersama terdapat dimana-mana selama ada manusia yang hidup dan bekerja sama dalam kelompok. Jika kita melihat sebuah pabrik bekerja menghasilkan semacam benda sebagai produknya, maka disitu kita melihat ada administrasi. Jika kita melihat suatu lembaga yang melatih dan memberikan suatu pelajaran yang akhirnya mereka mendapat sertifikat dari proses pendidikan itu, maka disitu ada administrasi.Jika kita melihat sekelompok orang bersama-sama memuja sesuatu sebagai perlambang kekuatan yang dianggap maha kuasa atau mengurus kebutuhan rohani lainnya secara teratur, maka disitu terdapat pula administrasi.Demikianlah seterusnya jika ada kegiatan sekelompok orang secara teratur untuk mencapai tujuan tertentu sebagai tujuan bersama, maka disitu ada administrasi.[1]
Untuk lebih memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai keberadaan dan perkembangan ilmu administrasi ini ada baiknya dikemukakan beberapa pendapat para pakar dibawah ini:
1.    Henri Fayol (1841-1929) administrasi adalah fungsi dalam organisasi niaga yang unsur-unsurnya adalah perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan. Teori administrasi dapat diterapkan pada semua bentuk organisasi  kerjasama manusia yang menekankan rasionalisme dan konsistensi logis.
2.    Dwight Waldo (1995) administrasi adalah suatu bentuk daya upaya manusia yang kooperatif, yang mempunyai tingkat rasionalitas yang tinggi. Pernyataan ini membutuhkan kualifikasi lebih lanjut: (1) bahwa administrasi bukanlah satu-satunya bentuk kerjasama manusia yang rasional; dan (2) ada suatu pernyataan implicit yang penting terhadap ungkapan tingkat rasionalitas yang tinggi.
3.    John M Pfiffner (1960) administrasi adalah suatu kegiatan proses terutama mengenai cara-cara (alat-alat) sarana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Administrasi juga dapat dirumuskan sebagai pengorganisasian dan pengarahan sumber daya manusia, tenaga kerja, dan materi untuk mencapai tujuan yang dikehandaki.
4.    Ordway Tead (1953) menjelaskan bahwa administrasi adalah usaha yang luas mencakup segala bidang untuk memimpin, mengusahakan, mengatur kegiatan kerjasama manusia yang ditujukan pada tujuan-tujuan dan maksud-maksud tertentu. Kepemimpinan sebagai segala macam kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang supaya mereka bersatu dan mau bekerjasama dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan.
5.    Sondang P. Siagian (1985:3) mengatakan administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
6.     The Liang Gie (1983:81) mengatakan bahwa administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.[2]
            Jadi administrasi adalah rangkaian kegiatan bersama sekelompok manusia secara sistematis untuk menjalankan roda suatu usaha atau misi organisasi agar dapat terlaksana, suatu usaha dengan suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan.Sedangkan manajemen adalah orang-orang yang menggerakkan kegiatan administrasi tersebut, yaitu perbuatan yang menggerakkan orang-orang dan menggerakkan segala fasilitas agar tujuan usaha kerjasama tercapai.Kombinasi keduanya adalah penyelenggaraan kerja yang dilakukan orang-orang bersama-sama atau bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa pengertian administrasi pendidikan cenderung sama dengan pengertian administrasi yaitu aktivitas sekelompok orang yang lazim terdapat dalam usaha bersama untuk menyelenggarakan aktivitas secara kelembagaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[3]
2.  Konsep Administrasi
            Konsep administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan yang berkaitan dengan system, asas, prosedur dan teknik kerjasama dengan setepat-tepatnya. Proses adalah serangkaian perbuatan manusia yang mengandung maksud tertentu yang memang dikehendaki oleh yang melakukan perbuatan itu. Dimana perbuatan adalah suatu kegiatan manusia yang mengandung maksud tertentu, dari perbuatan dilihat dari segi aktifnya, sedangkan kejadian dilihat dari segi pasifnya.Pendapat ini sejalan dengan Gulick (1937) yang mengatakan administrasi adalah system pengetahuan dengan mana manusia dapat mengerti hubungan-hubungan, meramalkan akibat-akibat, dan mempengaruhi hasil-hasil pada sesuatu keadaan dimana orang-orang secara teratur bekerjasama untuk suatu tujuan bersama.
            Konsep administrasi jika diimplementasikan pada kegiatan pendidikan, menjadi administrasi pendidikan sebagai suatu proses system perilaku mengandung arti bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan terjadilah suatu proses interaksi manusia dalam system yang terarah dan terkoordinir dalam dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. Karena itu, administrasi pendidikan merupakan serangkaian kegiatan atau proses yang berurutan dan beraturan menggunakan prinsip-prinsip administrasi. Kegiatan administrasi pendidikan dalam rangka memanfaatkan semua potensi atau sumberdaya yang tersedia, untuk mencapai tujuan yaitu kebutuhan yang diperjuangkan agar terpenuhi secara efektif dan efisien. Kegiatan atau aktivitas yang tergolong pada jenis yang sama berdasarkan sifatnya ataupun pelaksanaannya disebut fungsi.aktivitas-aktivitas tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan dan diserahkan menjadi tanggung jawab seseorang yang bertanggung jawab terhadap satuan organisasi tertentu.[4]
B. Konsep dan Teori Administrasi Pendidikan
1. Pengertian dan Dasar Administrasi Pendidikan
            Secara konseptual administrasi pendidikan terdiri dari dua kata yang masing-masing punya pengertian tersendiri yaitu admistrasi dan pendidikan. Hal in menunjukan bahwa administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau sebagai penerapan administrasi dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan.
            Administrasi pendidikan seringkali diartikan secara sempit sebagai semata-mata kegiatan ketatausahaan seperti menyelenggarakan surat menyurat, mengatur dan mencatat penerimaan, penyimpanan, mendokumentasikan kegiatan, mempersiapkan laporan, penggunaan dan pengeluaran barang-barang, mengurus neraca keuangan dan sebagainya. Sebagai suatu proses/kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan yang direncanakan, diorganisasikan, digerakkan dengan menggunakan strategi, dan dilakukan pengawasan.
Tetapi dapat disepakati bahwa administrasi pendidikan maksudnya adalah penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelayanan belajar yang dikelola atau diurus secara sistematik untuk mencapai tujuan pendidikan. Kemudian administrasi pendidikan atau administrasi sekolah sebagai unit yang memberikan pelayanan belajar dan bertanggung jawab terhadap kualitas outputnya.[5]
Untuk memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi yaitu:
1.    Hadari Nawawi (1989:11) Administrasi pendidikan adalah serangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapaitujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal.
2.    Engkoswara Administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumberdaya yaitu manusia, kurikulum, atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turun serta dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati.
3.     Ngalim Purwanto (1984:14) Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, materiil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.
4.    Robert E. Wilson (1966) Administrasi pendidikan adala koordinasi kekuatan penting untuk pengajaran yang lebih baik bagi seluruh anak-anak didalam organisasi sekolah untuk mencapai tujuan dan menjamin pencapaian tujuan.
5.    Oteng Sutisna (1983:17) Administrasi pendidikan sebagai suatu peristiwa mengkoordinasikan kegiatan yang saling bergantung dari orang-orang dan kelompok-kelompok dalam mencapai tujuan bersama pendidikan anak-anak.
6.    Mohammad Rifai (1972:51) Administrasi adalah keseluruhan proses yang mempergunakan dan mengikutsertakan semua sumber potensi yang tersedia dan sesuai, baik personel maupun materiil, dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama seefektif dan seefisien mungkin.
7.    Calvin Grieder, dkk (1961) Administrasi pendidikan adalah keseluruhan proses yang menggunakan dan mengikutsertakan semua sumber potensi yang tersedia dan yang sesuai baik personal maupun material dalam usaha mencapai tujuan bersama sefektif dan seefesien mungkin (Rifai, 1972).[6]

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan pada intinya adalah segenap pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu atau potensi dalam suatu aktivitas kelembagaan, baik personal, spiritual dan material, yang bersangkutan dengan pencapaian tujuan pendidikan Artinya administrasi pendidikan adalah suatu proses atau peristiwa mengkoordinasikan sejumlah kegiatan yang saling bergantung dari orang-orang dan kelompok-kelompok baik kegiatan yang berada pada pemerintahan maupun satuan pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Proses atau peristiwa itu dilakukan dalam bentuk kerjasama yang berada dalam suatu sistem administrasi, sehingga tingkat pencapaian tujuan dapat diukur melalui kegiatan tersebut.   


BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
v Administrasi adalah kegiatan yang menduduki kedudukan sentral di dalam pembinaan dan pengembangan pada setiap kegiatan kerjasama sekelompok manusia, dalam bidang pendidikan juga harus ada administrasi yang mampu mengembangkan dan mencapai tujuan pendidikan.
v Menurut Sondang P. Siagian (1985:3) mengatakan administrasi adalah keseluruhan proses pelaksanaan dari pada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
v Administrasi pendidikan maksudnya adalah penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pelayanan belajar yang dikelola atau diurus secara sistematik untuk mencapai tujuan pendidikan.
v Menurut Ngalim Purwanto (1984:14) Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personel, materiil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.

B.       SARAN
Dengan selesainya makalah ini, semoga bermanfaat bagi kami (penulis) pada khususnya, dan juga bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Makalah ini tentu banyak memiliki kekurangan, sehingga motivasi berupa kritik dan saran sangat dibutuhkan, dan atas kekurangan yang ditemukan dalam makalah ini penulis ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya dengan tanpa menghilangkan rasa hormat terhadap kesediaan untuk membaca makalah sederhana yang mudah-mudahan memberi manfaat kepada semua orang. 





[1] H. Saiful Sagala, Administrasi Pendidkan Kontemporer, cet. V, Bandung: Alfabeta, 2009, h. 21.
[2] H. Saiful Sagala, Administrasi Pendidkan Kontemporer, cet. V, Bandung: Alfabeta, 2009, h. 23-26.
[3] H. Saiful Sagala, Administrasi Pendidkan Kontemporer, cet. V, Bandung: Alfabeta, 2009, h. 26-27.
[4] H. Saiful Sagala, Administrasi Pendidkan Kontemporer, cet. V, Bandung: Alfabeta, 2009, h. 28.
[5] H. Saiful Sagala, Administrasi Pendidkan Kontemporer, cet. V, Bandung: Alfabeta, 2009, h. 37-38.
[6] H. Saiful Sagala, Administrasi Pendidkan Kontemporer, cet. V, Bandung: Alfabeta, 2009, h. 38-39.